
Logline
Little Srikandi adalah serial animasi petualangan dan komedi kehidupan sehari-hari Srikandi, putri Kerajaan Pancala berusia 14 tahun yang tomboy dan berusaha berjuang menjadi senopati wanita, dengan cara berlatih, dan berpetualang di luar pagar istana


About Us

Little Srikandi digarap oleh veteran animator Indonesia yang berpengalaman mengerjakan serial animasi skala internasional, yaitu Oddbods, Antiks, dan Sharkdog.
Little Srikandi lahir dari impian animator-animator Indonesia untuk mengembangkan IP lokal berbekal pengalaman standar internasional.
Sari Pololessy sebagai pencipta Little Srikandi turut mengerjakan serial animasi nominasi Emmy Award, yaitu Oddbods. Serial animasi internasional lain yang dia kerjakan adalah Antiks, Lil Wild, dan Gigantobabies.

Srikandi terkenal sebagai putri pembangkang karena dia tidak mau dinikahkan kepada Prabu Jungkunmaderya. Akibatnya, Kerajaan Pancala terancama akan diserang. Oleh sebab itu, Srikandi harus menjadi senopati yang kuat untuk melindungi kerajaannya, dan rakyatnya.



Relevansi Little Srikandi
Little Srikandi menunjukkan sikap putri Jawa yang inspiratif, dan adaptif dalam menghadapi konflik, dengan tekad baja seperti seorang senopati dalam meraih cita-citanya
Cerita pewayangan selama ini didominasi oleh tokoh laki-laki yang suka berperang, merebut kekuasaan, dan istri orang lain. Cerita-cerita ini dianggap tidak relevan dengan masa kini.
Anak-anak perempuan Indonesia masa kini tidak dapat terinspirasi dari peran perempuan dalam cerita pewayangan yang pasif dan hanya menjadi istri yang penurut.
Little Srikandi menampilkan adaptasi tokoh wayang perempuan Srikandi yang inspiratif untuk anak-anak Indonesia, dengan cerita yang ringan, seru, dan lucu, dan menampilkan sifat-sifat tokoh wayang yang inspiratif untuk anak perempuan maupun laki-laki, yaitu menjadi anak yang tangguh dalam menghadapi masalah.

Little Srikandi adalah serial animasi anak-anak usia 7-12 tahun dengan genre komedi, aksi, dan petualangan dengan runtime 11 menit.
Contoh Cerita
Alon Waton Kelakon
Srikandi frustrasi dalam berlatih memanah target terjauhnya. Bledus, sahabatnya yang loyal siap membantu Srikandi berlatih dengan pelan-pelan, namun tekun.
Srikandi memulai harinya dengan melihat target terjauhnya, bandul yang tergantung di batang pohon di seberang jurang. Setiap hari Srikandi berlatih dan berusaha memanah target tersebut, tetapi selalu saja gagal. Bledus melihat Srikandi telah melakukan kegiatan ini setiap hari, dan mulai menjadi bosan.
Srikandi kemudian merencanakan program latihan yang intensif, dan dia lakukan dengan serius. Mulai dari angkat beban, jogging, dan memanjat bukit di hutan, hingga meditasi. Srikandi bahkan bermimpi siang bolong bahwa dirinya sudah dapat memanah target tersebut. Setelah melihat Srikandi menghabiskan waktu yang lama berlatih, dia tetap saja gagal memanah target tersebut.
Srikandi menjadi sedih, frustrasi, dan kecewa dengan dirinya sendiri. Bledus yang merasa kasihan berusaha menghibur Srikandi dan mengajaknya berlatih lagi. Namun, kali ini Bledus membawa targetnya lebih dekat dengan Srikandi. Sekali target berhasil dipanah Srikandi, Bledus membawanya sedikit lebih jauh. Ketika Srikandi gagal, Bledus menemani Srikandi belajar, berolahraga, dan berlatih agar dapat meraih target itu. Setelah beberapa hari berlalu Srikandi berlatih dengan semangat karena dibantu Bledus, Srikandi dapat memanah target terjauhnya itu.
Srikandi Dadi Ratu
Srikandi terpaksa berlatih menjadi perempuan yang anggun untuk menghadiri pesta di kerajaannya. Namun, keanggunan bukanlah keahlian yang Srikandi perlukan di situasi gawat yang terjadi di tengah pesta.
Srikandi mendapat perintah dari orang tuanya untuk mengikuti acara pesta formal untuk
menyambut tamu Kerajaan Dwarawati. Srikandi tidak suka mengikuti acara formal tersebut,
karena dia merasa tidak nyaman berpakaian mewah seperti seorang putri raja, bersikap seperti
putri raja, dan menghibur para tamu seperti putri raja.
Dengan terpaksa, Srikandi berlatih tata krama menjadi putri kerajaan dalam waktu satu hari. Berbagai tata aturan, dan sopan santun diajarkan Sumbadra kepada Srikandi, seperti berjalan tegak, makan tanpa suara, duduk seperti seorang putri, dan menari gambyong. Namun, Srikandi tetap gagal melakukannya dengan baik.
Pada hari pesta diselenggarakan, Srikandi berusaha bersikap seperti seorang putri kerajaan. Namun, kucing peliharaan seorang tamu kerajaan Dwarawati tiba-tiba panik dan mengacaukan pesta. Srikandi terpaksa mengangkat kain jariknya dan mengambil busur dan panah untuk menangkap kucing itu. Para tamu terkaget dan kecewa dengan perilaku Srikandi yang tidak sopan. Namun, sang tamu kerajaan yang
bosan menjadi sangat terpukau dengan keahlian Srikandi. Berkat Srikandi, hubungan kedua kerajaan dapat terjalin, dan sang pangeran dari Kerajaan Dwarawati ingin berlatih memanah dengan Srikandi.
Bebek Emas
Srikandi membantu mencarikan bebek kesayangan warganya yang dijuluki “Bebek emas”. Menangkap bebek emas itu tidak hanya memerlukan kelincahan saja, namun juga akal cerdik
Srikandi bertemu dengan seorang peternak bebek yang sedang bersedih karena bebek
favoritnya menghilang. Peternak itu meminta Srikandi agar segera menemukannya, karena
bebek itu bisa menelurkan emas. Walalupun awalnya tidak percaya, Srikandi bersedia
membantu peternak itu.
Srikandi mencari bebek itu di dalam hutan. Dengan bantuan Bledus, Srikandi dapat menemukan tempat persembunyian bebek itu. Rupanya, bebek itu tidak bisa menelurkan emas, dia hanya suka mencuri perhiasan emas dan perak. Tiba-tiba, Srikandi diculik oleh dua bawahan dari Pangeran Jungkungmaderya, pangeran yang jatuh cinta dengan Srikandi dan ingin mengawinkan Srikandi. Kedua bawahan tersebut telah menguntit Srikandi dari awal.
Ketika disekap, Srikandi berusaha mencari cara untuk bebas dari penculikan tanpa melukai siapapun. Sehingga, Srikandi bernegosiasi kepada kedua bawahan itu, bahwa mereka dapat menjadi lebih kaya dengan menangkap bebek itu, dan menjual hasil emasnya ke pasar daripada menangkap Srikandi. Kedua bawahan itu tentu saja termakan dengan bualan Srikandi, dan pergi ke tempat bebek itu bersembunyi. Diam-diam, Srikandi membebaskan diri dari tali yang mengikatnya dengan bantuan Bledus. Srikandi
menyaksikan dari jauh perselisihan antar kedua bawahan tersebut untuk berebut bebek emas. Pada akhirnya, kedua bawahan tersebut terjerumus ke dalam jurang, dan bebek tersebut Srikandi lepaskan ke dalam hutan.











